Kamis, 21 Mei 2009

sepasang suami istri

Mungkin cerita ini sering terjadi di kehidupan sehari2. Dan terus terang cerita ini bikin saya tersindir he3

di suatu daerah hidup sepasang suami istri yg hidup miskin. Sang suami bekerja mati2an hanya untuk mencari uang tuk makan hari itu saja.
Sampai suatu saat mendekati hari ulang tahun pernikahan mereka, sang suami bekerja ekstra keras untuk membelikan hadiah untuk istri nya, karena sejak mereka menikah si suami blm pernah membelikan sesuatu tuk istrinya.

ttiap hari si suami menabung 5rb dr hasil kerja kerasnya setiap hari. Akhirnya 10 hari berlalu dan terkumpullah 50rb. Dan si suami pergi ke mall tuk mencari hadiah yg seharga 50rb.

setelah berkeliling seharian, si suami tdk dpt mencari hadiah yg seharga 50rb. Akhirnya ada obral brg bekas, yaitu baju seharga 50rb yg paling murah di antara baju2 yg lain.

dgn perasaan yg berbunga2 krn si suami merasa banga bisa memberikan hadiah tuk istri nya.

setibanya di rumah, ternyata tdk seperti yg di bayangkan. Si istri ngomel2 baju nya jelek. Sang suami pun membujuk untuk memakai baju nya. Dengan nada ngomel2 c istri pun memakai baju itu, dan byk mengeluh gatel2 warna nya jelek. Akhirnya si suami pun merasa kecewa.
Dan akhirnya sang suami pun jd tdk pernah membelikan hadiah lg untuk istrinya.

andaikan saat di beri hadiah dr suaminya, si istri memberikan respon yg berbeda.
Sang istri begitu senang mendapat baju tersebut. Bahkan sampai memuji muji suami nya. Bahkan tiap hari di pakai terus menerus, sampai sobek2 pun terus di pakai.
Pasti sang suami akan mencari uang lg untuk membelikan baju yg lebih baik dan lebih mahal dr baju itu.


nah hikmah di cerita ini, mungkin selama ini kita di beri sesuatu oleh Allah, tetapi kita bukan mensyukuri nya tetapi malah protes bahkan mengerutu. Sama seperti cerita di atas. Karena sifat kita itu jgn sampai Allah tidak mau lg memberi sesuatu tuk kita.
Beda hal nya bila kita sering bersyukur, jgn kan kita meminta , kita tdk meminta pun kita pasti akan terus di beri rahmat Nya terus menerus.
Selalu melihatlah ke bawah, jgn selalu melihat ke atas.

jd selalu lah besyukur dgn apa yg telah kita dapat. Jgn pernah mengeluh. He3
mudah2an cerita ini dapat menginspirasi temen2 smua dlm mensyukuri apa yg tlah di dpat . Amin

Belajar dr monyet

abis baca sebuah artikel dr majalah. Isinya kurang lbh kaya gni.

cara yg unik yang lama telah dipakai di hutan2 Afrika untuk menangkap monyet yg ada di sana. Sistem itu memungkinkan untuk menangkap monyet2 dalam keadaan hidup, tak cedera, agar bisa di jadikan hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

sang pemburu monyet, akan menggunakan sebuah toples berleher panjang dan sempit, dan menanamnya di tanah. Toples kaca yg berat itu berisi kacang, ditambah dgn aroma yg kuat dr bhan2 yg di sukai monyet afrika. Mereka meletakkannya di sore hari, dan menanam toples itu dalam2 di dalam tanah. Keesokan harinya, mereka akan menemukan bbrp monyet yg terperangkap, dgn tangan yg terjulur, dalam setiap botol yg dijadikan jebakan.

ternyata mnyt2 itu tak melepaskan genggaman tangannya sebelum mendapatkan kacang2 yg menjadi jebakan. Mereka tertarik pada aroma yg keluar dr setiap toples, lalu mengamati, menjulurkan tangan, dan terjebak. Selama tangan monyet itu menggengam, ia tak akan dapat terlepas dari toples. Ia harus melepaskan kacang yg di gengamnya untuk bisa lepas dari toples dgn mudah. Selama ia tetap mempertahankan kacang2 itu, selama itu pula ia terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat, sebab tertanam di tanah. Monyet tak akan dapat pergi kemana mana.

kita mungkin tertawa dgn tingkah kebodohan monyet itu. Tapi, mungkin, sesunguhnya, kita sedang menertawakan diri kita sendiri. Betapa sering, kita mengengam setiap permasalahan yg kita miliki, layaknya monyet yg mengengam kacang. Kita sering mendendam, tak mudah melepaskan maaf, memendam setiap amarah dalam dada, seakan tak mau melepaskan selamanya.

seringkali, kita membawa "toples2" itu kemanapun kita pergi. Dengan beban yg berat, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang terperangkap dgn persoalan yg kita alami.

bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yg lalu, dan menatap hari esok dgn lebih cerah? Bukankah lebih menyenangkan, untuk memberikan maaf bagi setiap org yg pernah berbuat salah kepada kita? Karena, kita pun bisa jadi juga bisa berbuat kesalahan yg sama. Ada masalah yg kita bisa selesaikan, ada masalah yg cuma sekian persen saja kita perbaiki dan ada masalah yg memang di luar jangkauan kita untuk kita selesaikan, sehingga ada kalanya masalah menjadi terasa lebih ringan karena ada telinga seorang sahabat mendengarkan curhat kita, walaupun sahabat kita tidak dpt memberikan.

lepaskan apa yg harus di lepaskan dan gengam erat apa yg memang hrs di pertahankan.

Nasehat sang ayah

saat kita di beri nasehat oleh siapapun juga, keputusan untuk melakukan nasehat tersebut tergantung kita. Apa kah mau melakukan atau tidak?
Masalahnya walaupun kita melakukan nasehat (nasehat yg positif tentunya), terkadang hasil yg di harapkan tidak sesuai yg kita harapkan.
Cerita berikut ini mungkin dapat memberikan inspirasi bwt temen2 he3.

di suatu daerah, tinggal lah sebuah keluarga yg kaya raya, keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan 2 anak kembar.

iingga suatu saat sang ayah , sakit keras dan hampir meningal dunia. Sebelum kematiannya, sang ayah memberikan suatu nasehat dan wasiat kepada ke 2 anak nya yg kembar.

ayah : anak2 ku, setelah kepergian ku, harta ku akan ku bagikan kepada kalian sama rata.
Dan ingatlah dan lakukanlah apapun yg terjadi nasehat ku ini. Yg pertama, jangan sekali pun kalian menagih hutang kepada orang2 yg kalian hutangi. Dan yg ke dua, saat kalian membuka toko, jgn sekali pun barang dagangan kalian termasuk kalian sendiri terkena sinar matahari.

setelah memberikan nasehat tersebut, sang ayah pun meningal.
Akhirnya ke dua kakak beradik tersebut mulai membuka toko dr harta warisan ayah nya.

akhirnya 5 tahunpun berlalu, lalu sang ibu mau melihat keadaan ke 2 anaknya.
Pergi lah sang ibu menemui anak yg plg kecil.

ternyata sang adik hidup dalam keadaan yg jatuh miskin. Toko nya bangkrut.
Karena penasaran sang ibupun menanyakan kenapa pd sang adik.

ibu : kenapa kamu bisa seperti ini?
Adik : ini gara2 nasehat ayah. Ayah berpesan jgn pernah menagih hutang, sedangkan byk yg berhutang kepada ku, tp karena tidak bole di tagih akhr nya modal toko ku tdk bisa berputar. Lalu nasehat yg ke 2, brg2 dan saya g boleh kena sinar matahari, maka saya menyewa mobil untuk membawa brg2 agar tdk kena sinar matahari, padahal toko dan rumahku cuma beda 200meter saja. Dan ongkos sewa mbl nya menghabiskan uang warisan dr ayah.

kemudian sang ibu pergi mengunjungi sang kakak.
Di mana keadaan sang kakak berbeda dgn sang adik. Sang kakak hidup kaya raya dan toko nya maju.
sang ibu pun bertanya knp bisa seperti ini.

sang kakak pun menjawab " ini berkat nasehat dari ayah. Nasehat pertama, jgn sekalipun menagih hutang kepada org yg menghutang, maka saya meminjamkan uang sesuai dgn kemampuan saya, jd walaupun tdk di byr pun sy tdk rugi apa2, angap saja beramal. Lalu yg kedua brg2 dan saya jgn terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko membwa brg2 pada saat subuh2 sekali , saat matahari blm muncul, dan plg ke rumah saat matahari terbenam, gara2 ini toko saya terkenal sbg toko yg buka paling awal dan tu2p plg akhr shg byk pelangan yg dtg."

dari cerita di atas bisa kita lihat, sebuah nasehat yg sama tetapi org melakukan nya berbeda. Inilah yg terjadi di kehidupan kita sehari hari. Lalu apa yg membedakan org bertindak terhadap nasehat? Jawabn nya cuma 1, yaitu pola pikir.
Di mana sang adik berpikir negatif dan sang kakak berpikir positif.

lalu pertanyaan berikutnya, bgmn agar kita bisa berpikir positif?
Menurut buku yg saya baca ternyata ada beberapa hal yg mempengaruhi pikiran kita, yaitu apa yg kita lihat, apa yg kita dgr dan lingkungan sekitar kita.

kita ini hidup di lingkungan yg negatif, maka kita selalu berpikir negatif, sbg contoh "byk brita negatif di tv di bandingkan brita positif, yaitu gosip, berita kriminal lbh di minati. Coba tanya 10 org, kalo ada koran, ttg pembunuhan sama ttg pembangunan masjid, mana yg di baca duluan."

lalu solusinya apa kalo kita mau berpikir positif?
1. Kita harus sering membaca buku2 positif min 10menit/hari
2. Mendengarkan kaset2 motivasi 2 kaset/hari
3. Berkumpul dgn org2 positif.

selamat berpikir positif he3
dan selamat membentuk kumpulan org2 positif.

Kakek yg rajin beribadah

Ini suatu cerita yg benar2 menginspirasi saya dalam menjalani hidup ^_^
mungkin anda sudah tau tentang cerita ini..

suatu hari di sebuah desa, terdapat seorang kakek2 yg sgt taat dalam beribadah. Hingga suatu hari, hujan turun terus menerus selama 3 hari tanpa henti. Hingga sampai akhirnya banjir pun terjadi.
Seluruh desa terbenam banjir hingga selutut orang dewasa.
sang kakek terus berdoa kepada Tuhan nya agar di selamatkan.

sampai datang beberapa warga yg mengungsi untuk meninggalkan desa, dan menghampiri rumah si kakek.

warga : kakek, mari kita mengungsi dari desa ini, banjir akan semakin tinggi.
Kakek : silahkan pergi duluan, saya akan meminta pertolongan pada Tuhan saya.

akhirnya warga pun pergi meninggalkan si kakek.
Banjir pun semakin meninggi sampai sepundak org dewasa. Dan si kakek pun terus berdoa.

kakek : ya Tuhan, tolong selamatkan hamba dr musibah ini. Selama ini hamba selalu beribadah pada Mu, hamba hanya minta 1x ini saja kepada MU.

beberapa jam kemudian datang tin SAR menaiki perahu menyelusuri perdesaan.
Hinga mereka melihat c kakek ada di rumahnya.

tim sar : kakek, cepat naik ke perahu, mari kita mengungsi. Banjir akan semakin meninggi.
Kakek : silahkan selamatkan org yg lain, saya hanya meminta pertolongan pada Tuhan saya.

akhirnya air pun meninggi, hingga seatap rumah, dan si kakek berada di atas atap rumah. Dan terus berdoa tanpa henti.

kakek : ya Tuhan, selamatkan hamba Mu ini.

beberapa jam kemudian, datang tim SAR menaiki helicopter.

tim sar : kakek ayo naik, anda org terakhr yg blm mengungsi
kakek : maaf saya hanya mau di tolong oleh Tuhan saya. Saya percaya Tuhan saya pasti akan menolong saya.

akhirnya tim sar pun pergi, dan si kakek terus berdoa.

beberapa jam pun telah berlalu dan seluruh desa tengelam oleh air. Begitu pun sang kakek.

akhirnya di akherat, sang kakek protes pada Tuhan nya.

kakek : ya Tuhan, kenapa kau tidak menolong hamba Mu , padahal dari waktu kecil hamba selalu beribadah pada Mu dan tdk pernah meminta apapun dr Mu, kecuali 1, yaitu menyelamatkan ku dari banjir.
Tuhan : wahai kakek, bukan kah saat air setinggi lutut kamu meminta pertolongan, sudah ku utus warga untuk menolong mu, tapi kau tolak.
Saat air sudah setinggi bahu, kamu meminta pertolongan ku, sudah ku kirim tim sar dgn perahu untk menolong mu, tetapi kau tolak.
Bukankah saat kau minta pertolongan ku pada saat air seatap rumah, ku kirim tim sar dgn helicopter untuk menolong mu tetapi kau tolak.

makna dari cerita ini, mungkin selama ini kita selalu berdoa ke Allah SWT, tetapi selalu tidak di kabulkan. Padahal sesunguhnya Allah mengabulkan doa kita dgn cara yang lain, shg kita sombong dan menolaknya seperti sang kakek tadi.
Mudah2an note ini bisa memberikan manfaat . Amin

Rabu, 20 Mei 2009

Khutbah jumat

nulis ulang dri note fesbuk saya ^^

sebetulnya btul, ga sih, skrg zaman ekomoni lg susah? Rata2 semua org bilang ya. (termasuk saya jg he3)
tp kalo di perhatiin di jalan, mobil mewah makin banyak, yg investasi uang di bank makin byk. Yg pny rmh2 mewah jg makin banyak. (katanya ekonomi sulit)
tp ironis yg miskin pun makin byk, di lampu2 merah, di kolong jembatan.

Kmrn smpt ngobrol ama salah seorang peminta2, katanya"ya apa boleh buat, takdir sy memang seperti ini, ya di jalanin aja"

kesan nya yang kaya makin kaya , yang miskin makin miskin. Apakah gara2 takdir? Nampak tidk masuk akal he3.

Nah kbtulan khutbah kemaren, ternyata nyambung2 juga isi nya.
Ternyata ALLAH SWT memberikan pilihan kepada kaum2 Nya. "yang mau jadi orang kaya, jd lah orang kaya yg dermawan. Mau jd orang miskin jadilah orang miskin yg sabar. Mau jadi pengusaha, jdlah pengusaha yg jujur."

berarti itu semua bkn takdir tetapi pilihan kita sndri.
Itu smua bisa kita lihat, para org kaya walaupun skrg sdg resesi global mereka tidak menyerah terhadap keadaan, mereka bekerja keras.
Tetapi org2 miskin, mereka pasrah dgn keadaan, meminta2 dan tdk mau berusaha.
Seperti firman ALLAH "Aku tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sndri yg merubahnya".

Jd kita hrs terus berusaha, jgn pernah menyerah.
Seseorang pernah blg kepada saya, kalo mau sukses kerjakan 5 hal, yaitu "kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja mawas dan kerja tuntas"

juga sy terinspirasi kata2nya Michael Jordan "Rintangan tidak harus menghentikan anda. Jika anda menabrak tembok, jgn berbalik dan menyerah. Carilah cara untuk mendakinya,melompatinya atau memutarinya"

jgn pasrah dgn takdir, kita di berikan pilihan mau menjadi apa kita, tergantung keptusan kita hari ini.